Wednesday, 04 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Harga Emas Turun, Pelaku Pasar Waspada Data Ekonomi AS
Thursday, 3 July 2025 07:56 WIB | GOLD |GOLDEMAS

Harga emas melemah pada hari Kamis (3/7), pasca mencatat reli selama tiga hari beruntun. Pelemahan ini terjadi menjelang rilis data ketenagakerjaan AS yang sangat dinantikan pasar dan diperkirakan akan memengaruhi arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.

Harga spot emas diperdagangkan di kisaran $3.345 per troy ounce, turun 0,4% dari sesi sebelumnya. Logam mulia ini sebelumnya sempat menguat lebih dari 2% dalam beberapa hari terakhir, didorong oleh ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter AS.

Sementara fokus investor kini tertuju pada laporan nonfarm payrolls yang diperkirakan menunjukkan hanya 106.000 penambahan tenaga kerja pada Juni, jumlah terendah dalam empat bulan terakhir. Sementara itu, laporan ADP hari Rabu mencatat penurunan pekerjaan di sektor swasta AS--untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun--yang langsung memicu spekulasi akan adanya dua kali pemangkasan suku bunga sebelum 2026.

Pelemahan signifikan di pasar tenaga kerja bisa mendorong The Fed untuk mulai memangkas suku bunga secepat bulan ini, meski Ketua The Fed Jerome Powell menekankan pendekatan "wait-and-see" sambil menilai dampak tarif terhadap inflasi. Dalam kondisi suku bunga rendah, emas biasanya mendapatkan keuntungan karena tidak memberikan imbal hasil seperti obligasi.

Sejauh tahun ini, harga emas telah naik lebih dari 25%, hanya terpaut sekitar $150 dari rekor tertinggi yang dicapai pada April lalu. Sentimen safe haven masih kuat, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik dan kekhawatiran atas perang dagang. Selain itu, pembelian agresif dari bank sentral dan aliran dana ke ETF berbasis emas turut menopang harga.

Di sisi lain, kekhawatiran pasar terhadap defisit fiskal AS kembali mencuat. RUU pajak dan belanja besar-besaran dari Presiden Donald Trump diperkirakan akan menambah $3,4 triliun ke utang nasional selama dekade mendatang. Jika RUU tersebut disahkan di DPR, minat terhadap emas sebagai aset lindung nilai bisa semakin menguat.

Investor juga terus mencermati perkembangan negosiasi dagang AS, terutama setelah Trump mengumumkan kesepakatan dagang dengan Vietnam. Menjelang tenggat 9 Juli untuk penerapan tarif baru, pasar tampaknya mulai lebih tenang menghadapi manuver Trump, karena data ekonomi AS masih menunjukkan ketahanan.

Sementara itu, indeks dolar Bloomberg relatif datar, turun 0,6% dalam sepekan. Logam lainnya--seperti perak, paladium, dan platinum juga turut melemah bersama emas.(yds)

Sumber: Bloomberg

RELATED NEWS
NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu...
Thursday, 12 February 2026 19:24 WIB

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data ...

Narasi Cut Rate Menguat, Emas Ikut Terangkat...
Wednesday, 11 February 2026 20:25 WIB

Harga emas menguat pada Rabu (11/2), ditopang pelemahan dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi AS setelah data ekonomi terbaru memperkuat narasi bahwa Federal Reserve berpeluang melanjutkan pelong...

Emas Koreksi, Tapi Geopolitik Pegang Kendali...
Tuesday, 10 February 2026 21:14 WIB

Emas koreksi tipis di sesi Eropa hari Selasa (10/2), tapi masih bertahan di atas $5.000/oz karena pasar lagi "nahan napas" jelang rangkaian data AS yang bisa mengubah ekspektasi suku bunga. Emas spot ...

Emas Bertahan Kuat, Pasar Cuma Nunggu 2 Data Ini !...
Monday, 9 February 2026 14:52 WIB

Emas bertahan di atas level psikologis $5.000 pada awal pekan, ditopang faktor kombinasi yang lagi "pas" buat logam mulia: permintaan fisik dari Tiongkok, ekspektasi suku bunga AS yang lebih rendah, d...

Rebound Emas Tertahan : Pasar Masih Tarik Ulur...
Friday, 6 February 2026 23:09 WIB

Harga emas masih kesulitan mengubah rebound intraday jadi reli yang berkelanjutan. Setelah sempat jatuh ke area $4.654 ( level terendah 4 hari) dan memantul, harga kembali tertolak di dekat $4.900. Pa...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS